PENGKAJIAN KEPERAWATAN
KESEHATAN JIWA
Ruang Rawat : Sedap
Malam
Tanggal dirawat : 20 Oktober 2013
Tgl Pengkajian : 18
November 2013
I.
Identitas Klien
Nama : Ny.S
Umur : 47 tahun
Alamat : Banyuangi
Pendidikan : SMA
Agama : Islam
Status : Kawin
Pekerjaan : buruh tani
Jenis Kelamin : Perempuan
No. RM :
087011
II.
Alasan Masuk
a.
Data Primer :
klien sampai disini karena diajak suaminya kesini.
b.
Data
Sekunder : klien sering marah-marah karena pernah diselingkuhi suaminya.
III. Riwayat
Penyakit Sekarang dan Faktor Presipitasi
Klien mengatakan dulu
diselingkuhi suaminya trus Ny.S sering marah-marah dan ahirnya dibawa kesni
oleh suaminya.
IV.
Faktor Predisposisi
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ?
Tidak pernah
2. Pengobatan sebelumnya
-
3. a. Pernah mengalami penyakit fisik (termasuk
gangguan tumbuh kembang)
Tidak
b. pernah ada riwayat NAPZA
Tidak ada
c. riwayat trauma
klien mengatakan tidak pernah mengalami trauma
fisik.
No
|
Jenis Trauma
|
Usia
|
Pelaku
|
Korban
|
Saksi
|
1
|
Aniaya fisik
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2
|
Aniaya seksual
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3
|
Penolakan
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4
|
Kekerasan dalam keluarga
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5
|
Tindakan criminal
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6
|
Usaha bunuh diri
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4.
Pengalaman masa lalu yang tidak
menyenangkan.
Klien mengatakan diselingkuhi suaminya ahirnya
klien sering marah-marah dan sering menyendiri.
Masalah/ Diagnosa Keperawatan : respon paska
trauma.
5.
Anggota keluarga yang gangguan
jiwa?
Tidak
ada
V.
PEMERIKSAAN
FISIK
Tanggal : 18 November 2013
1.
Keadaan umum
: Baik
2.
Tanda Vital :
TD : 130/80 mmHg, N: 80x/mnt, S: 36oC, RR : 20x/mnt
3.
Ukuran: BB :
54 kg, TB : 164 cm
4.
Keluhan fisik
: klien mengatakan pergelangan kaki bengkak.
VI.
PSIKOSOSIAL (sebelum dan sesudah sakit)
1. Genogram




















































Jelaskan:
Klien anak ke-2 dari 2 bersaudara, klien tinggal
serumah dengan suami dan ke 5 anaknya pengambil keputusan dalam keluarga ada
pada suaminya. Klien bekerja sebagai pembuat sarden dan suaminya seorang tukang
serta hubungan klien dengan lingkungan sekitar kurang harmonis karena klien
sering menyendiri.
Masalah/ Diagnosa keperawatan : koping keluarga
tidak efektif
2.
Konsep Diri :
a. Citra tubuh : klien mengatakan sudah tidak ada yang berharga dari dirinya.
b. Identitas : klien mengatakan namanya suryati biasa dipanggil
sur
c. Peran : Klien mengatakan klien
disini sebagai penderita.
d. Ideal diri : klien mengatakan
ingin sembuh dan ingin cepat pulang ketemu sama anaknya.
e. Harga diri: klien
mengatakan tidak punya teman dan memilih menyendiri karena malas untuk ngobrol
karena klen merasa sudah tidak berguna lagi bagi keluarganya.
Diagnosa Keperawatan :gangguan citra tubuh.
3.
Hubungan Sosial :
i.
Orang terdekat
Klien mengatakan lebih dekat dengan anaknya.
ii.
Peran serta dalam kegiatan
kelompok / masyarakat :
Klien tidak pernah mengikuti kegiatan di masyarakat karena sering menyendiri.
iii.
Hambatan
dengan orang lain
Klien mengatakan kesulitan dalam memulai
pembicaraan dengan orang lain.
Masalah keperawatan : Kerusakan Interaksi Sosial.
4.
Spiritual dan Kultural
a.
Nilai dan keyakinan :
Klien mengatakan dia beragama Islam.
b.
Kegiatan ibadah :
Klien tidak pernah melakukan ibadah.
Masalah Keperawatan : Distress
spiritual
VII.
STATUS MENTAL
1. Penampilan
Klien berpenampilan kurang rapi, terbukti dengan klien jarang menyisir
rambutnya, badan bau.
Diagnosa Keperawatan: defisit perawatan diri
2. Pembicaraan
Klien tidak mampu memulai pembicaraan, bicara tida terarah dan lambat klien
juga mengatakan malas bicara.
Diagnosa Keperawatan: kerusakan komunikasi
3. Aktivitas
motorik/ psikomotor
Klien lebih sering diam dan menyendiri melakukan aktivitas jika disuruh
perawat
Diagnosa Keperawatan: defisit aktivitas
4. Afek dan
emosi
a.
Afek: afek
klien labil, pasien saat ditanya terlihat bingung, bicara tidak terarah.
Diagnosa
Keperawatan: isolasi sosial
b.
Emosi: apatis,
klien hanya diam saja, klien sedih karena tidak ada keluarganya yang
menjenguknya klien tidak mau bicara dan menyendiri.
Diagnosa Keperawatan: isolasi sosial
5. Interaksi
selama wawancara
Tidak kooperatif, saat ditanya klien bingung mengungkapkan dan bicaranya
tidak terarah
Diagnosa keperawatan: kerusakan komunikasi
6. Persepsi-sensori
1. Halusinasi: tidak ada
2. Ilusi: tidak ada
3. Depersonalisasi : klien mengatakan buasa saja
4. Derealisasi : klien mengatakan disekitar
lingkungannya ada hal yang membuat dirinya ketakutan karena mendengar cerita
ada pasien lain yang bunuh diri.
7. Proses
pikir
a. Arus pikir: klien bingung saat berbicara dan tidak
jelas inti pembicaraannya.
Masalah keperawatan :
gangguan proses pikir
b. Isi pikir: klien mengatakan tidak nyaman berada
disini dan sering menyendiri.
c. Bentuk pikir: klien mengatakan sebagai penderita
hanya ingin sembuh tapi kenyataannya belum sembuh.
Diagnosa Keperawatan : Gangguan
proses pikir
8.
Tingkat kesadaran
a.
Kualitatif :
klien bingung, klien kurang berinteraksi dengan teman-temannya yang lain.
b.
Kuantitatif:
kesadaran klien compos menitis dengan GCS 4-5-6
Masalah/diagnosa keperawatan: gangguan proses pikir
9. Orientasi
Klien dapat menyebutkan dia sekarang ada di RSJ, klien dapat menyebutkan bahwa sekarang siang hari, dan dia bisa
menyebutkan nama perawat yang ada disampingnya.
10. Memori
1.
Jangka
panjang: klien dapat menjawab umurnya dan dapat bercerita pengalaman masa
lalunya.
2.
Jangka
pendek: saat ditanya perawat “ ibu sudah berapa lama disini ?” klien dapat
menjawab “sudah 2 bulanan”.
11. Tingkat
konsentrasi dan berhitung
Klien mampu berkonsentrasi dan mampu menjawab pertanyaan “ibu bisa
berhitung dengan batasan angka dibawah 100 namunklien tidak bisa berhitung
perkalian yang hasilnya diatas 100.
12. Kemampuan penilaian
Klien mampu mengambil keputusan mandi
terlebih dahulu sebelum makan dibantu oleh perawat.
13. Daya
tilik diri
Klien mengatakan saya sebagai penderita sakit jiwa berada dirumah sakit
jiwa..
VIII.
KEBUTUHAN
PERENCANAAN PULANG
1.
Makan
: bantuan
minimal
Klien mengatakan makannya sudah disiapkan oleh
perawat setelah selesai mencuci piring sendiri. Klien mengatakan tidak ingin
makan.
Masalah/ Diagnosa keperawatan : perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
2.
BAB/BAK
Klien mengatakan susah BAB karena 1x dalam 1
minggu, Bak 3x sehari.
3.
Mandi
Klien mengatakan mandi jika disuruh oleh perawat.
Masalah/ Diagnosa keperawatan : Defisit perawatan
diri
4.
Berpakaian/berhias
Klien meminta bolpoin untuk menghias wajahnya.
5.
Istirahat
dan tidur
Klien mengatakan tidur siang dari jam 13.00
hingga jam 15.00 tetapi sering terbangun, tidur malam jam 20.00 hingga 04.00.
6.
Penggunaan
obat
Bantuan minimal, klien minum obat jika perawat
yang menyediakan.
7.
Pemeliharaan
kesehatan
Perawatan lanjutan : ya
Sistem pendukung
Keluarga :
ya
8.
Aktivitas
dalam rumah
Mempersiapkan makanan : tidak
Menjaga kerapihan rumah : tidak
Mencuci pakaian :
tidak
Pengaturan keuangan : tidak
9.
Aktivitas
di luar rumah
Belanja :
tidak
Transportasi :
tidak
Lain-lain :
tidak
IX.
MEKANISME
KOPING
Klien mengatakan saat punya masalah
klien hanya diam dan menyendiri, klien mengatakan tidak mau bercerita pada
orang lain karena merasa tidak nyaman dan tidak percaya.
Diagnosa Keperawatan : Koping individu tidak efektif
X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
i.
Masalah dengan dukungan kelompok : klien mengatakan klien tinggal bersama
kakaknya dan dijenguk jika kakaknya ada waktu.
ii.
Masalah berhubungan dengan lingkungan : klien jarang berinteraksi dengan
orang lain.
iii.
Masalah berhubungan dengan pendidikan : klien mengatakan seklah sampai
tinggi”.
iv.
Masalah berhubungan dengan pekerjaan : klien mengatakan tidak bekerja.
v.
Masalah berhubungan dengan perumahan : kilen tinggal dengan kakaknya.
vi.
Masalah berhubungan dengan ekonomi : klien mengatakan bahwa selama ini
dia dibiayai saudaranya dan kakaknya yang tinggal serumah dengan klien.
vii.
Masalah berhubungan dengan pelayanan kesehatan :klien mengatakan jarak
antara rumah klien dengan puskesmas cukup jauh.
XI.
PENGETAHUAN
KURANG TENTANG
- penyakit fisik
- mekanisme koping
- obat-obatan
Masalah/diagnosa
keperawatan : kurang pengetahuan
XIII.
Analisa
Data
No
|
Data
|
Masalah/Diagnosa keperawatan
|
1.
|
Ds : klien mengatakan bingung
Do : klien mengatakan menyendiri dan jarang
berinteraksi dengan orang lain
|
Isolasi
sosial ( menarik diri)
|
2.
|
Ds : klien mengatakan malas makan
Do : klien nampak tidak makan, BB turun : 32 Kg
|
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
|
3.
|
Ds : klien mengatakan mandi jika disuru perawat
Do: klien tampak tidak rapi, rambut tidak
disisir dan diikat.
|
Defisit
perawatan diri
|
XIV.
Daftar
masalah/ diagnosa keperawatan
1. berduka disfungsional
2. koping keluarga tidak
efektif
3. gangguan citra tubuh
4. kerusakan interaksi
sosial
5. distress spiritual
6. defisit perawatan diri
7. kerusakan komunikasi
8. defisit aktifitas
9. isolasi sosial
10. ketakutan
11. gangguan proses pikir
12. perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan
13. koping individu tidak
efektif
14. kurang pengetahuan
XV.
Pohon
Masalah
Resiko perubahan
persepsi sensori : halusinasi Effect
![]() |


Gangguan konsep diri
(harga diri rendah) Causa
XVI.
Prioritas
Diagnosa Keperawatan
1. Isolasi sosial
2. Perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan
3. Distress spiritual
4. Kesrusakan interaksi sosial